CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Friday, May 22, 2009

Dari Kamar Jendelaku


Dari kamar jendela ini,
Aku merenung kesepian malam yang tidak bercahaya
Redup bulan seakan menangisi sebuah kisah kehidupan manusia yang alpa dan leka
Berkejar-kejar kesana sini tanpa ada petunjuk yang hakiki
Meliar matamu mengintai arah yang seakan sudah terlalu kelam ditelan kabus dosa dan noda
Langsung mereka lupa pada pencipta yang semakin murka dek kerakusan makhluk berakal
Mereka pasti tidak pernah mengerti tentang itu..
tentang sebuah hakikat kehidupan yang setiap yang lahir itu pasti akan mati...
yang setiap yang ada itu pasti akan hilang
yang setiap yang bartemu itu pasti akan berpisah
yang setiap yang ketawa itu pasti akan menangis
pernahkah mereka terfikir tentang itu
atau mungkin mereka sekadar memejamkan mata
memekakkan telinga munutup mata hati mereka dan terus menyelubungi segala fakta dengan kelambu kepalsuan
entah berapa kali agaknya dalam kehidupan mereka merasai nikmatnya saat dahi mancecah kesejadah,
alangkah syahdunya saat lidah menutur kalam Rabbul Izzati
alangkah bahagianya saat bibir membibitkan zikir ilahi
alangkah bahagianya saat hati mengingati Pencipta
alangkah damai jiwa saat tawakal menyelubungi sanubari
Mereka pasti tidak tahu kerana mereka mereka hanya tahu mengejar dunia
Mereka hanya tahu mengucupi kenikmatan harta yang berganda
Mereka hanya tahu melayan nafsu semata tanpa mengira masa kerana mereka tidak pernah cukup dengan apa yang ada
Sampai bila agaknya bulan harus meratapi kepiluan dari luka lantaran manusia
Dan sampai bila harusku tunggu demi sebuah keindahan malam tanpa ada tangisan bulan,...sampai bila?

0 comments: